#Pehagengster

Rumah Bitha (tayang 2020)




Sebuah projek film terbaru dari Pehagengsi, "Rumah Bitha". Ditulis dan disutradarai oleh Hindra.

Catatan Sutradara:

Secara personal, saya ingin bisa "ngobrolin" tentang keluarga. Kadang, buat sebagian orang (termasuk saya), membicarakan perihal keluarga tetangga sebelah lebih gampang daripada membicarakan keluarga sendiri. Dan kadang, sering kali kita lebih senang menampilkan bahwa "keluarga kita sedang dalam keadaan baik-baik saja," dan menutup rapat-rapat rahasia keluarga di balik pintu rumah --karena akan menjadi "aib" jika terbuka.

Lewat film ini saya ingin bisa mengetuk pintu rumahmu dan masuk ke dalamnya, tidak lagi mengintip dari jendela rumah saya. Saya hanya ingin bertanya kabar dengan hangat, "bagaimana keluargamu hari ini? Baik?

Film ini bercerita tentang sebuah keluarga kecil kelas menengah yang tinggal di Yogyakarta. Dengan segala kompleksitas hubungan orang-orang yang ada di dalamnya, ia menyentuh hal yang paling dalam mengenai hubungan itu sendiri; dalam membentuk impian keluarga kecil yang bahagia, dan kenyataan sehari-hari yang tengah dijalani kini.

Still photo: Shalahuddin Siregar

__________
PEHAGENGSI; Alter Native

Video Iklan; GONG EX MACHINA - Teater Garasi



Sahabat Garasi,
Berikut adalah video teaser pertunjukan Gong ex Machina, 29-30 November nanti di Gedung Kesenian Jakarta.

GONG EX MACHINA adalah pertunjukan teater bunyi (sonic theater), karya kolaborasi Yasuhiro Morinaga (sound artist) dan Yudi Ahmad Tajudin (sutradara teater), serta Tetsushi Hirai (penata suara) dan seniman-seniman lintas disiplin dari Indonesia: Mian Tiara, Gunawan Maryanto, Dwi Windarti, Wulang Sunu, Ignatius Sugiarto, MN Qomaruddin, dan Arsita Iswardhani.

GONG EX MACHINA akan dipentaskan dengan tata suara 3D-immersive: tata suara yang menempatkan keluaran (output) suara di seluruh ruangan teater (bukan hanya di panggung) sehingga kehadiran suara akan datang dari banyak arah, dari seluruh penjuru.

Pertunjukan ini merupakan produksi bersama Teater Garasi/Garasi Performance Institute dan The Kingdom of Archipelago.

Video oleh Pehagengsi

Film; FANS CLUB (Sutradara: A'at) | 2018

STILL PHOTO

 
SINOPSIS
Fans Club bercerita tentang sekelompok anak muda yg tergabung dalam sebuah komunitas. Bayu, sosok leader komunitas. ia termasuk orang yang selalu kurang beruntung. Karena setiap melamar kerja tak pernah diterima. Teguh, siswa SMA. anaknya masih labil, bandel, kalo mandi sangat lama. Tapi ad yg patut di banggakan, dia suka menabung.

“Yaaa, begitulah hidup di komunitas. Banyak suka dan dukanya….”.
“...dan saya banyak belajar di sini”.

Obrolan Mamox dan Bayu di beskem. Demikian sepenggal dialog dalam film Fans Club.
 
 
POSTER
Film Fans Club - Publication


DIRECTOR STATEMENT

Adalah film yg menceritakan tentang kehidupan sebuah komunitas & seorang fans. Di dalam cerita tersebut terdapat pesan2 edukasi, yang ditujukan kepada komunitas / fans club, apa pun basic nya.

  • Penting nya KTA dlm sebuah organisasi/komunitas/fans club
  • Pentingnya memiliki jiwa idealisme sbg tonggak munculnya ide2 yg berbeda
  • Pentingnya menabung ketika hendak nonton koser/berpergian
  • Memiliki jiwa respect ke sesama penikmat musik
  • Mengajarkan menghargai sebuah karya/pertunjukan

Film ini tidak bermaksud mengajari, tapi saling menegur supaya sebuah komunitas apapun itu bisa menjadi energi positif untuk masyarakat luas.



Rumah Produksi: Pehagengsi
Judul: Fans Club
Sutradara: A'at
Durasi: 24 menit
Bahasa: Jawa, Indonesia
Tahun: 2018


CREDIT
Pemain Bramantya (Bayu), Desi (mamox), Shanisha (Kumala), Diyana Dancik (Amel), Ajeng D.Palupi (Ida), Deni kurniawan (Teguh), Arya kusuma D (teman teguh), Desta Pratama (teman teguh), Muh.Chesa (teman teguh), Yogi Kurniawan (teman teguh), Titin Priyanti (Mamak Teguh), Agung Wahyudi (pak guru), Meymey ( murid cewek), Nova Barbih (murid cewek), Afdian ( Herkules), Udin Darkan (slankers scooter), Irawan (Polisi Hamba Alloh), Hamzah "SFC Malang" (polisi intel), Alionconk (tersangka), Buyung "Majesty" (HRD), Gatra (Pelamar kerja), Hade Surya (Ketua Slankers luar kota), Yuni purwanto (BP luar kota), Mustofa (BP luar kota), Arif mukti.S (BP luar kota), Gesang (Pelatih), Usman BP, Ogex BP, Tigor BP, Amir BP, Arunda BP, Edi BP, Dias BP, Yoga Togox BP, Pampam BP, Ateng BP (SFC Magelang), Diyana Dancik BP, Ajeng D.Palupi BP, Shanisha BP, Desi BP (BP: Bidadari Penyelamat)

Eksekutif Produser SFC MSJ Produser Kikiretake Asisten Produser Fay Syahaniya Penulis Cerita & Sutradara A'at Penata Gambar Doni Dwitama Penata Cahaya Nugroho Perekam Suara Anggayuh Sarwo Edi, Muhammad Kemal Akbar Artistik Gesang Properti Irawan Make up Fransiska Citra Dwi Wardhani, M Pratama Dea Editor Triyono, Arief Khoirul Alim Desain title Arief Khoirul Alim Musik Majesty Band Scoring & Mixing Muhammad Kemal Akbar Administrasi & Keuangan Fay Syahaniya Behind The Scene: Ali Oncong, Irul, Fay Konsumsi AD chatering, Warung makan kampung sebelah (lupa namanya) Driver Afdian, Roys Geyong Terimakasih..... Tuhan Yang Maha Kreatif pemilik ruang & waktu, Keluarga Besar SFC Minoritas Slankers Jogja... sesepuh, ranting cabang & jajaranNya, Keluarga tercinta dirumah yang sering ditinggal sibuk gak jelas hehehehe, PEHAGENGSI crew #antitidur tim syuuut paling ngeRaaaaaaawwwkkk!!!!!jangan kapok xixiixixixi....., Kelas Pagi Yogyakarta, Dastin & Aan (Kedai Kopi Kantin), Tutbek, Andreas Zamzami, Zamani Saoqi Naufal, Farid Prasetya (ondo), Prihatmokok Moki, DUNHILL Bentoel Group Yogyakarta, Gegana Music Studio, Majesty Band Soundtrack film "fans club",Seger!!!, Sarkempala & SLB Ngasho, Fajar & Ibu nya...maaf kita ngrepotin 2x24 jam nonStop!!, Slank inspirasi & semangat kita, Mas Bimbim yg nambahin materi naskah, Pak RT dusun Mindi, Indonesia Reggae Community, Kepala sekolah, tukang kebun, Satpam SMA 2 ngaglik sleman, SMK 1 Sedayu, Memet Masrom thanks pinjeman Motor Win nya, Mitra angkutan "pick up", Slankers2 yg otw konser di solo...., Ofiicial Slankers Indonesia Support Dunhill, MSJ Merch, Bidadari Penyelamat Jogjakarta, Majesty Band, Tutbek, Wisanggeni Production, Gegana, Kandang Pitek, Pondok Minang, Barberboom Media Partner Komik Babak Belur, Respectzine, Musik Jogja, Temu Konco, Jogja Stage, YKWKND, Radar Jogja, Minggu Produktif, All You Can Art, Sekoci.net, Majalah Cobra

TRAILER

DATE

PRESS

BEHIND THE SCENE

FANS CLUB - Teaser No. 01


Adalah film yg menceritakan tentang kehidupan sebuah komunitas & seorang fans.

FANS CLUB
Kerja kolaborasi antara: SFC Minoritas Slankers Jogjakarta & Pehagengsi

Pemutaran perdana:
6 November 2018
Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta

HTM: Semampu lo....

__________
Instagram:
__________

360 MENIT UNTUK PALU


Setelah Selasa 9 Oktober 2018 di Panggung Realino Sanata Dharma jam 18:00 WIB - Selesai

Akan selalu ada 360 menit berikutnya bagi saudara kita. Kali ini untuk Palu. Bukan tentang siapa yang berperan, tapi untuk siapa kita bergandengan. Semoga ini 360 menit yang terakhir untuk Indonesia

PANGGUNG PERTUNJUKAN:
GIE
KOREKAYU
LASTELISE
ROBBRS
TRICOTADO
TONE DIAL
THE RING
NISKALA
SUMMERCHILD
OLSKI
NONA SEPATU KACA

PEMUTARAN FILM:
Wrong Day - Yusuf Radjamuda
Cermin - Sarah Adilah
Seko - Galang A. E Larope
Umar dan Amir - Ancha Latif
Lagundi - Moh. Iqbal

MC: Alit Jabang Bayi & Mukti Entut

Didukung oleh: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta & kalian semua yang hadir

-------------

Camera:
Otong
Kemal
Kiki

Audio:
Black & Kemal

Edit:
kikiretake

Musik:
Niskala - Legacy of the Moon (live)

------------

TERIMA KASIH SEMUA

-----------------------------
Pehagengsi, 2018

Sekajap, Mantap! II; (Video Music Workshop Pehagengsi X FKY 30)

SEKEJAP, MANTAP!

Ide sederhana workshop ini adalah memaksimalkan kemampuan yang sudah ada dari berbagai latar belakang peserta yang random namun tertarik dengan audio visual khususnya video music dengan pola, waktu, dan tempat yang terbatas. Mengundang 2 fasilitator, Alan Mahirma Lars (fashion film) & Anggun Priambodo (video music) sebagai pemantik workshop, diharapkan dapat terjadi silang-saling atau bertukar pengetahuan dan pengalaman visual selama workshop berlangsung. Dari sisi musik, Pehagengsi sebagai pendamping workshop ini bekerja sama dengan kelompok musik asal Yogyakarta, yaitu WLA yang dengan antusiasnya melihat gagasan ditawarkan di atas. Pehagengsi kemudian memilih lagu “Yakin?” Dari WLA untuk workshop ini. Berikut video hasil workshopnya:



Pada workshop ini peserta dibagi menjadi 6 kelompok di 2 sesi workshop. Perkelompok diberikan 54 detik dari lagu “Yakin?” untuk dikerjakan diakhir workshop. Semua hasil video masing-masing kelompok digabungkan menjadi 1 video musik utuh. Durasi total pengerjaan memakan waktu 6 hari.

Video; DONGENG PRAJURIT - KYAI SAMUDANA - TEATER GARASI (Open Lab)



DOKUMENTASI PERTUNJUKAN DONGENG PRAJURIT OLEH KYAI SAMUDANA DI OPEN STUDIO "JALAN TIKUS" TEATER GARASI --------- TG/GPI – BUKA STUDIO 7 HARI 7 MALAM; JALAN TIKUS Rabu, 17 Januari 2018 OPEN LAB 19.30 WIB Open Lab kedua dalam rangkaian Buka Studio TG/GPI ini akan menampilkan dua pertunjukan kontemporer berbasis teks-teks tradisi Jawa. Pertunjukan pertama: MACAPATAN Kontemporer “Bedhahing Kutha Ngayogyakarta” oleh Paksi Raras Pertunjukan kedua: “DONGENG PRAJURIT” Tafsir lintas disiplin atas babat (sejarah) yang sama dengan di atas, yang akan dibawakan oleh: Raden Mas Chandra Buntala a.k.a Prihatmoko Moki Raden Mas Wirasena Sentana a.k.a Gunawan Maryanto Tumenggung Gandewa Hantoro a.k.a Sandi Kalifadani Adipati Gentala Sumina a.k.a Octo Cornelius Adipati Batara Handaru a.k.a kikiretake ——- OPEN LAB adalah laboratorium terbuka untuk mengolah, memperkuat, dan atau mengujicobakan karya ke hadapan jaringan seniman dan publik. Karya-karya lintas atau pasca disiplin di ruang ini cenderung berada di tahap awal atau pertengahan proses kerja (work-in-progress). ----- www.teatergarasi.org

Video Iklan; HADIAH - DOMPET DHUAFA & KITABISA.COM (Sutradara: Dani Hargo)


#pehagengsi X #folkmotionlabs X #mrisiwood for #kitabisadotcom


Client: Dompet Dhuafa


kalian juga bisa berdonasi, lho. jangan tunda niat baikmu...

Donasi di kitabisa.com/rsdhuafa


Pemain :

@bhactymuda | @ratihfarahmaudina | @miko | @fransiskacitraa | @wildan | @reginandesm


Geng:

Line producer: @kikiretake , Assistant line producer: @fay.syahaniya, Director: @dhanihargo, Lighting: @nug_hoho, Cameramen: @soeryar, Editor: @mastomasto, Make up: @fransiskacitraa, Art & Sound: @ahongasoy, Thx: @azaroverdo @geniusidea.id & you






























Come & joy!

GADIS INDIE - JALAN BATAS KOTA


Artis: Jalan Batas kota
Judul: Gadis Indie

Produksi: Pehagengsi
Sutradara: kikiretake
Kameramen: Nabelly Gusthahir
Lighting: Ahong Asoy
Talent: Anjali Nayenggita
Editor: Nabelly Gusthahir

Video; The Soap Project (Art Installation) - ICAD

(Video: Pehagengsi | Musik: Irfan R. Drajat)

Agung Kurniawan
'The Soap Project'
People are missing. Justice is missing. However, history remains.
After their disappearance made by the country, Munir, Poster, Marsinah, Widji Thukul and Udin reappear in the form of soap sculptures. These missing persons soaps are available to the public. Those figures history tried to eliminate will disappear once again with each hand wash. Through The Soap Project (2015), Agung 'Leak' Kurniawan discusses political issues under the government's power tendency to  'wash their hands' than truth-seeking efforts. The Soap Project offers not only multisensory experience, but also brings the public closer to the political issues through everyday objects and activities.
In addition to The Soap Project, Agung will once again feature his Kimchil Series (2015). Through this life size installation, Agung displays the kimcil phenomenon, a slang term for female teenagers identical to instability and delinquency that are often found on the streets of Jakarta.

image by IndoArtNow
Copyright © ALTER\NATIVE | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com